BNPB: Pembersihan Kayu Gelondongan Banjir Aceh Utara Telah Capai 57 Persen

ACEH – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat progres pembersihan kayu gelondongan yang terbawa banjir di Kabupaten Aceh Utara telah mencapai 57 persen. Proses pembersihan dilakukan secara terpadu bersama Kementerian Kehutanan RI guna memulihkan akses dan aktivitas warga di wilayah terdampak banjir.

Tenaga Ahli BNPB Pusat, Brigjen TNI Asep Dedi Darmadi, mengatakan percepatan pembersihan terus dilakukan dengan menambah jumlah alat berat di lapangan. “Kami terus menambah alat berat untuk mempercepat pembersihan kayu gelondongan tersebut,” ujar Asep saat dihubungi, Rabu (14/1/2026).

Tahap awal penanganan difokuskan pada pembukaan akses jalan yang tertutup tumpukan kayu, agar mobilisasi alat berat dan distribusi bantuan ke wilayah pedalaman tidak terhambat. Dua unit excavator besar dan satu excavator mini dikerahkan untuk membuka jalur menuju Desa Buket Linteng dan Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan.

Selain membuka akses darat, BNPB juga melakukan normalisasi saluran air dan pembuatan parit di sekitar lokasi pengungsian. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi genangan air di tenda pengungsi jika hujan kembali turun. “Parit juga kami buat agar air tidak menggenangi tenda warga,” kata Asep.

Namun, proses pembersihan tidak berjalan tanpa hambatan. Curah hujan tinggi yang kerap mengguyur kawasan pedalaman Aceh Utara menjadi kendala utama, terutama dalam pembersihan lumpur dan kayu gelondongan yang tersebar luas. Meski demikian, BNPB menetapkan fasilitas umum seperti sekolah, masjid, dan jalan utama sebagai prioritas penanganan.

BNPB memastikan upaya pembersihan akan terus dilakukan secara bertahap bersama pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat setempat. “Kami terus bekerja agar aktivitas warga bisa kembali normal. Kami berharap masyarakat tetap bersabar,” pungkas Asep.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *