Gubernur Sumut Bobby Nasution: Terimakasih atas Pembatalan Pemangkasan Dana TKD, Daerah Jangan Manja Lagi

MEDAN  Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas pembatalan pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) Provinsi Sumut yang sebelumnya direncanakan. Pembatalan ini datang setelah mempertimbangkan kebutuhan pemulihan pasca-bencana di daerah tersebut.

Bobby Nasution menjelaskan bahwa pemangkasan TKD yang semula diputuskan sebesar Rp1,1 triliun akhirnya dibatalkan, dan dana tersebut akan dikembalikan sesuai dengan jumlah pada 2025, yakni sebesar Rp5,5 triliun. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Presiden atas perhatian kepada daerah terdampak bencana. Kami bersama-sama berkomitmen untuk memanfaatkan dana ini dalam pemulihan fisik dan ekonomi,” ujar Bobby di Kantor Gubernur Sumut, Senin (19/1/2026).

Bobby juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang telah berjuang untuk memastikan agar TKD bagi daerah-daerah terdampak bencana, seperti Sumut, tidak dipangkas. “Terima kasih kepada Pak Mendagri yang sudah memperjuangkan hal ini. Saya berharap daerah-daerah tidak lagi mengeluh dan manja, karena Presiden sudah memberikan perhatian besar. Sekarang saatnya kita buktikan dengan hasil yang nyata,” tegasnya.

Dana TKD yang batal dipangkas ini diharapkan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk membantu pemulihan daerah yang terdampak bencana banjir dan longsor. “Kami ingin dampak ekonomi dari pemulihan ini bisa dirasakan oleh masyarakat secara langsung,” lanjut Bobby.

Keputusan pembatalan pemangkasan dana ini juga diambil setelah pertimbangan adanya bencana alam yang melanda beberapa wilayah, termasuk Sumut. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga telah menyetujui agar dana TKD bagi provinsi lainnya yang terdampak bencana, seperti Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar), tetap dipertahankan pada level 2025.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, Gubernur Bobby berharap agar dana yang tersedia dapat digunakan secara tepat dan efisien untuk mempercepat pemulihan daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh wilayah Sumut.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *