Pemkab Pasaman Barat Usulkan Pembangunan Dua Jalan Alternatif ke Provinsi

PASAMAN BARAT – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, telah mengajukan dua proposal pembangunan jalan alternatif ke Pemerintah Provinsi. Usulan ini muncul setelah akses jalan utama yang menghubungkan daerah tersebut dengan Talu, Kecamatan Talamau, rusak parah akibat bencana alam pada akhir November 2025 lalu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pasaman Barat, Bambang Sumarsono, menyatakan bahwa jalan utama yang rusak telah menimbulkan potensi bahaya bagi pengendara. “Kami sudah mengusulkan dua alternatif jalan untuk mengatasi masalah ini. Mudah-mudahan usulan ini disetujui karena akses jalan provinsi sudah sangat rawan dan membahayakan,” kata Bambang di Simpang Empat, Rabu (21/1/2026).

Dua jalan alternatif yang diusulkan tersebut pertama adalah jalan Simpang MAN 1 Kajai yang memiliki panjang sekitar enam kilometer dan mengarah ke Jembatan Panjang. Jalan ini menjadi prioritas karena akses utama melalui Rimbo Kejahatan putus total akibat bencana alam, sehingga warga terpaksa menggunakan jalan darurat yang sangat rawan longsor. “Jalan darurat ini terletak di pinggir perbukitan dan sangat rentan longsor, terutama saat hujan,” ujar Bambang.

Alternatif kedua adalah jalan yang terletak dekat Jembatan Panjang menuju Bangkok Talu dengan panjang delapan kilometer. Jalan ini diusulkan karena sebagian aspal di Polong Anam telah terban dan berisiko putus, yang semakin memperburuk kondisi jalan yang sudah tidak dapat dilalui secara aman.

Bambang menambahkan bahwa kondisi jalan alternatif yang diusulkan ini masih dalam keadaan berlumpur dan tidak dapat dilalui kendaraan secara umum. Namun, ia menekankan bahwa keberadaan kedua jalan alternatif ini sangat penting untuk memulihkan konektivitas antar wilayah dan memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.

Bupati Pasaman Barat, Yulianto, bersama Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, telah meninjau lokasi jalan yang rusak beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan pada Selasa (20/1/2026), mereka membahas kelanjutan pembangunan dan pemulihan infrastruktur di Pasaman Barat. Bupati Yulianto juga mengungkapkan bahwa pada saat bencana terjadi, sejumlah wilayah di Kecamatan Talamau sempat terisolasi, sehingga distribusi bantuan menjadi terganggu.

“Pentingnya jalan alternatif ini bukan hanya untuk mencegah terisolasinya daerah lagi, tetapi juga untuk memastikan keselamatan warga dan kelancaran distribusi barang serta jasa,” ujar Yulianto.

Meskipun jalan alternatif ini masih dalam proses pengajuan, pemerintah daerah berharap agar proyek ini segera disetujui untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang dan mempercepat pemulihan pasca bencana di wilayah Pasaman Barat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *