Pemkab Solok Selatan Menghadapi Tantangan APBD Menipis, Fokus pada Sumber Pendanaan Baru

SOLOK SELATAN – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menghadapi tantangan berat dengan menipisnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk tahun 2027. Meskipun demikian, pemerintah daerah berupaya mencari sumber pendanaan alternatif untuk mendanai berbagai kegiatan strategis yang mendukung pembangunan daerah pada tahun 2026.

Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi, mengungkapkan bahwa Pemkab Solok Selatan telah mengalokasikan Rp264 miliar dari anggaran luar APBD untuk membiayai proyek-proyek penting seperti stimulan perumahan, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sungai Aro, pembangunan jembatan, serta preservasi jalan. “Dana sebesar Rp264 miliar ini akan digunakan untuk beberapa kegiatan strategis, termasuk pembangunan 300 unit perumahan swadaya dan revitalisasi infrastruktur penting lainnya,” ujar Yulian dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu (11/2/2026).

Proyek utama yang dibiayai termasuk pembangunan jembatan gantung senilai Rp20 miliar dan peningkatan jaringan jalan serta pengendalian banjir di beberapa daerah. Namun, Pemkab Solok Selatan juga menghadapi sejumlah masalah struktural yang harus segera diatasi, seperti meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengoptimalkan pelayanan publik.

Sementara itu, Anggota DPRD Solok Selatan, Albert Arifin, menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang merata dan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Ia juga mendorong partisipasi masyarakat melalui forum Musrenbang di setiap desa untuk menyampaikan usulan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *