Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir di Sumatera Butuh Waktu Dua Tahun, Anggaran Capai Rp 74 Triliun

SUMATERA – Pemulihan infrastruktur pasca banjir di wilayah Sumatera diperkirakan akan memakan waktu paling cepat dua tahun, dengan total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 74 triliun. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan bahwa meskipun target waktu paling cepat adalah dua tahun, pihaknya menyusun rencana pemulihan dalam proposal tiga tahun ke depan untuk memastikan proses pemulihan dilakukan secara menyeluruh dan efisien.

“Dua tahun itu adalah waktu tercepat yang dapat kami capai. Namun dalam proposal kami ke Menteri Bappenas, rencana pemulihannya sekitar tiga tahun,” ujar Dody dalam media gathering di Jakarta pada Jumat (16/1/2026). Menurutnya, prioritas pemulihan akan dibagi dalam tiga tahap: jangka pendek, menengah, dan panjang, dengan fokus utama memastikan infrastruktur dasar berfungsi maksimal secepat mungkin.

Dody juga mengungkapkan bahwa sejumlah pekerjaan fisik, seperti pembangunan check dam dan pemulihan jalan seperti ruas Tarutung-Sibolga serta Jalan Tol Lembah Anai, memerlukan waktu lebih lama untuk diselesaikan. “Pekerjaan fisik ini memang membutuhkan waktu, salah satunya check dam dan perbaikan jalan yang terkena longsor,” tambahnya.

Kebutuhan anggaran yang lebih besar dari estimasi awal, yakni Rp70 hingga Rp 74 triliun, disebabkan oleh tambahan pembangunan sabo dam baru di beberapa titik yang dianggap krusial untuk mengendalikan aliran sedimen dan material banjir. Dody menyebutkan bahwa pembangunan sabo dam direncanakan di sejumlah provinsi, seperti 18 hingga 20 titik di Sumatera Barat, sekitar 30 titik di Aceh, dan 20 titik di Sumatera Utara.

Selain itu, ada pula kebutuhan anggaran sebesar Rp8,2 triliun untuk memperbaiki rumah-rumah yang rusak akibat bencana, dengan Aceh menjadi provinsi dengan kerusakan terbanyak, mencapai 208.693 unit rumah. “Perbaikan rumah yang rusak di Sumatera membutuhkan anggaran yang cukup besar, sekitar Rp8,2 triliun,” jelas Dody.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Agus Harimurti Yudhoyono menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat mobilisasi bantuan dan peralatan untuk pemulihan infrastruktur. Keberhasilan pemulihan sangat bergantung pada koordinasi yang baik dan kecepatan dalam menyalurkan bantuan ke wilayah yang terdampak.

Dengan rencana pemulihan yang matang, diharapkan infrastruktur di Sumatera dapat kembali berfungsi optimal dan mendorong pemulihan ekonomi pasca banjir yang lebih cepat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *