Setahun Amsakar-Li Claudia: Batam Tumbuh 6,89% dengan Investasi Rp69,3 Triliun

BATAM – Dalam setahun kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, Batam menunjukkan kinerja ekonomi yang signifikan dengan pertumbuhan mencapai 6,89% pada triwulan III 2025. Angka ini melebihi rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional dan provinsi, mencerminkan keberhasilan dalam akselerasi investasi dan penguatan sektor ekonomi utama kota industri ini.

Realiasi investasi Batam juga melampaui target, mencapai Rp69,3 triliun pada 2025, yang setara dengan 115,5% dari target yang ditetapkan. Amsakar menyebut stabilitas iklim usaha sebagai faktor kunci pencapaian tersebut, yang didukung oleh sektor industri pengolahan, perdagangan, dan jasa yang masih menjadi tulang punggung ekonomi Batam.

Selain pertumbuhan ekonomi yang pesat, indikator sosial Batam juga mengalami perbaikan. Tingkat kemiskinan turun menjadi 3,81% pada 2025, yang merupakan angka terendah dalam lima tahun terakhir, sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun menjadi 7,57%. Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 83,80 juga mencerminkan kemajuan sosial yang sejalan dengan ekspansi sektor industri.

Pemerintah Kota Batam juga memperkenalkan sejumlah program sosial, seperti pinjaman modal tanpa bunga untuk 1.500 UMKM dan pelatihan tenaga kerja untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Program ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan usaha mikro serta meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

Meski demikian, Batam masih menghadapi tantangan terkait infrastruktur dasar, terutama dalam pengelolaan sampah, penanganan banjir, dan distribusi air bersih. Pemerintah kota berfokus pada perbaikan distribusi air dan penyelesaian titik krisis untuk mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

Dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi tinggi dan realisasi investasi yang melampaui target, Batam berusaha untuk tetap menjadi hub industri dan perdagangan utama di kawasan barat Indonesia, sembari menjaga pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *